Sunday, 12 March 2017

JATI DIRI YANG BAIK




APA MENURUT ANDA JATI DIRI



  Apa itu jati diri ? Bagaimana memiliki jati diri yang benar ? Ada banyak definisi Jati diri. Tetapi saya membuat rumusan jati diri sebagai berikut .
 J = JUMPA : Perjumpaan adalah merupakan starting point bagi kita untuk mengenal jati diri. Tentu sahaja perjumpaan yang di maksud adalah perjumpaan dengan Sang Pencipta diri kita . Siapa Dia 
   A = ALLAH : Allah merupakan pribadi yang patut menjadi fokus diri kita untuk menemukan Jati diri
  T= TEMUKAN : Sesuatu yang penting dalam jati diri kita hanya dapat ditemukan di dalam Kristus, sebagai mana pernyataan : Karl Barth seorang theology abad ke 2 yang mengatakan : “Man doesn’t know himself of himself, but has to be told about himself through the Manisfestation of Jesus Christ”. Itu bererti manusia hanya mengenal jati Diri di dalam Allah melalui Yesus Kristus. 
    I = IDENTITY : pada dasarnya merujuk pada refleksi  diri kita sendiri dan persepsi orang lain terhadap diri kita. Jika anda masih belum mengenali diri sendiri, temukannya di dalam Kristus Yesus. Maka persepsi anda akan berubah  atas diri anda sendiri
   D = DERIA : Pada umumnya manusia memiliki 5 deria iaitu : mata, hidung, telinga, kulit, dan lidah.  Deria yang dapat membentuk jati diri yang baik  memiliki satu deria yang lebih dari pada kelima ini iaitu
   I = ILLAHI : Deria Illahi membuat kita sensitif untuk memilih yang terbaik di antara yang baik. Sebagaimana Rom 16 : 19 b yang mengatakan : “ Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat”.
   R= RUBAH : Perubahan harus terjadi jika kita mahu memiliki jati diri yang benar. Rubah kebiasaan buruk, rubah paradigma kita tentang berbagai-bagai perkara, rubah cara berpikir, rubah cara kerja. Dan banyak perkara yang harus di rubah jika kita mahu memiliki jati diri yang baik.
 I = INTEGRITY : Integriti adalah sifat jati diri yang merangkumi keikhlasan, keterbukaan, ketelusan, amanah, benar, berpegang kepada prinsip, tidak mudah dipengaruhi, boleh dipercayai, boleh pegang cakapnya. Lebih tepat Aapabila ianya menjadi Karakter kita. Lalu bagaimana kita dapat memilikinya ? 

JATI DIRI TIDAK DIPEROLEH DALAM SEHARI NAMUN PROSES AKAN MEMBUAT ANDAA MENEMUKANNYA .

Friday, 13 January 2017

HATI YANG MENYEMBAH



HATI YANG MENYEMBAH

A.   ETIMOLOGI TEMA
1.   ERTI HATI :
1.1.      Secara umum : Salah satu  organ dalam tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi penting.
1.2.      Ianya teramat  penting  karena tanpa hati, manusia tidak akan dapat bertahan hidup. Dengan adanya hati maka ianya akan mendukung hampir setiap organ dalam tubuh manusia
1.3.      Seperti  Menawar dan menetralkan racun (detoksifikasi). Hati dapat menghilangkan racun di dalam darah dengan cara membersihkannya dari zat berbahaya seperti alkohol dan obat-obatan.  Mengontrol sirkulasi tubuh. Itulah Hati manusia
1.4.      Secara rohani maka Alkitab menjelaskan bahawa hati manusia adalah merupakan pusat kehidupan
1.5.      Ams 4 : 23 :”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan kerana dari sanalah terpancar kehidupan.

2.   ERTI KATA MENYEMBAH :
2.1.      Kata  menyembah dan penyembahan, berasal dari kata “sembah” yang  ertinya suatu pernyataan hormat dan khidmat yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan yang dinyatakan dng cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh sebagai satu tanda.
2.2.      Manakala “Penyembahan” selalunya dikaitkan dengan  ibadah, pemujaan, meagungkan dan memuliakan seorang pribadi yang dikagumi dan dihormati
2.3.      Secara Theologis bahawa pengertian “penyembahan”, bukan sahaja hanya berkaitan dengan dengan upacara ritual dalam liturgy gerejawi, namun penyembahan itu melebihi dari pada sekadar acara gerejawi
2.4.      Kata yang diguna pakai untuk “penyembahan dan menyembah” itu  dipakai dengan perkataan “Proskuneo” yang  memiliki erti yang dalam secara Theologis.
2.5.      Jika kita menggabungkan 2 perkataan ini bererti bahawa “Hati yang menyembah” itu merupakan satu ekspresi dari keutamaan hidup manusia untuk mengagungkan pribadi yang dimuliakan iaitu Allah.  

B.   ALASAN UNTUK MENYEMBAH
1.   KERANA HANYA DIALAH ALLAH YANG LAYAK UNTUK DISEMBAH
1.1.      Allah memerintahkan manusia supaya manusia hanya menyembah kepada Allah yang benar
1.2.      Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku" (Keluaran 20:3-5).
1.3.      Kita harus mengerti bahwa kecemburuan Allah bukanlah iri-hati yang berdosa yang kita alami, yang berlandaskan kesombongan. Bahkan kecemburuan Allah ini adalah kecemburuan yang kudus dan benar, yang tidak memperbolehkan kemuliaanNya diberikan pada yang lain.
1.4.       Bahkan dalam Mat 4 : 10b mengatakan: “Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu dan hanya kepada Dia sahajalah engkau berbakti”. Apa maksudnya ?
1.5.      Allah mahu supaya manusia tidak memberi penyembahan kepada pribadi, atau benda-benda  yang lain selain dari padaNya.
1.6.      Namun apa yang dilakukan manusia pada masa kini ?. Mungkin bukan zamannya lagi menyembah yang disebut patung, namun masih jenis berhala “modern” yang menjadi sesembahan manusia pada masa kini .

2.   MENYEMBAH ALLAH ADALAH MENYENANGKAN HATINYA  
2.1.      Ketika kita menyembah Dia itu merupakan suatu kesenangan bagiNya. Allah sungguh menantikan bahawa manusia itu datang dan sujud menyembah Dia (Maz 147 : 11)
2.2.      Allah mengharapkan supaya kita menyembah Dia sebagai ungkapan hormat dan terima kasih padaNya. Akan tetapi Allah menginginkan jauh lebih banyak dari itu. Allah juga berharap bahwa kita taat padaNya. Ia tidak hanya menginginkan kasih kita; Ia juga meminta kita bersikap adil satu sama lain, menunjukkan kasih dan belas kasih kepada orang lain. Dengan cara ini, kita mempersembahkan diri kita kepadaNya sebagai korban yang hidup, kudus dan menyenangkan bagiNya.

C.   SIKAP HATI YANG MENYEMBAH
1.   SADAR AKAN KETERBATASAN MANUSIA
1.1.      Sebagaimana  erti kata “ sembah” dan menyembah dan penyembahan itu tadi, berasal dari kata “proskuneo”  hal ini memberi erti yang sangat dalam untuk mengenal “sikap hati yang menyembah”.
1.2.      Sikap hati yang menyembah, membuat kita tersungkur di hadapan Tuhan, sama  seperti seekor anjing yang sedang menjilat tangan tuannya.
1.3.      Kata Proskuneo ertinya juga “ Bersujud dan tersungkur’ sebagai tanda penghormatan. Mengapa kita harus bersujud ? , karena itu merupakan kesadaran bahwa tanpa Tuhan kita tidak ada apa-apanya (Yoh 15 : 5)

2.   PENYERAHAN HIDUP
2.1.      Selain erti bersujud sikap hati yang  menyembah harus disertai dengan penyerahan hidup. Ertinya sikap hati kita yang tidak boleh menjauh dari padanya.
2.2.      Proskuneo itu juga diertikan dengan mencium . Mencium itu tidak dapat dilakukan dalam kondisi berjauhan.
2.3.      Demikian halnya menyembah dan penyembahan harusah dilakukan dengan cara yang dekat ertinya, memiliki “hubungan yang Intim “ dengan Tuhan ( Rom 12 : 1)
2.4.      Jika kita tidak menyerahkan hidup kita kepadaNya dan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan itu bukanlah penyembahan dan menyembah.
2.5.      Meskipun kita sedang  berkata-kata dengan Tuhan,namun  apabila hati kita tidak berserah kepadaNya itu bukan sikap hati yang menyembah (Mat 15 : 8 -9)

3.   CARA HATI YANG MENYEMBAH
3.1.      Karena ini melibatkan hati maka kita harus meiliki Hati yang sudah diperbaharuhi ( Yeh 36 : 26)
3.2.      Mempercayakan kehidupan kita kepada Tuhan dengan segenap hati (Ams 3 : 5)
3.3.      Hati yang tertuju kepada Allah ( Amsal 23 : 26)

D.  BAHAN DISKUSI
1.   Bagaimana kondisi hati anda pada saat ini ?. Adakah sesuatu pribadi atau benda yang menarik perhatian anda lebih dari pada Allah.  Buat pengakuan di hadapan Tuhan
2.   Bersediakah anda memberikan Hati anda untuk menjadi menyenangkan hati Allah 

  :    By : Datin Ps Rosmaida 

Tuesday, 5 July 2016

BEKERJALAH SELAMA ADA KESEMPATAN



Teks : Pkh 9 : 10  & Rom 8 : 28
Tujuan : bekerjalah selama ada kesempatan

Introduksi
Saya mengambil 2 ayat firman Tuhan untuk dikongsikkan sebagai renungan kita pada hari ini yaitu dari Rom8 : 28 dan Pkh 9 : 10a yang mengatakan : “Kita tahu sekarang bahawa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, iaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga”
Ada 3 kali kata yang secara berulang-ulang diungkapkan yang memberi makna yang besar.  Kata itu  adalah “bekerja ,dikerjakan, dan kerjakanlah ”. Kata dasarnya adalah “kerja”. Kata ini sungguh membuat saya termotivasi dan kagum bahawa sesungguhnya perkataan “kerja “ itu  memiliki erti yang dalam. Apa ertinya? Kata itu adalah : “ to do" (melakukan), make ertinya membuat,  accomplish ( mencapai), produce (menghasilkan) dan  terakhir dipakai kata passion yang ertinya sesuatu yang kita tidak pernah bosan untuk melakukannya. Passion itu juga merupakan pengorbanan yang kita akan lakukan untuk mencapai "hasil". Passion juga melibatkan "keikhlasan"  tanpa paksaan dan juga merupakan  bentuk panggilan  yang dapat memotivasi kita untuk menyukai apa yang kita kerjakan.
Berdasarkan perkataan ini memberi saya untuk lebih memahami tentang "bekerja, dikerjakan dan kerjakanlah "dengan  3 perkara iaitu : 

A. PEKERJAAN  ITU MEMERLUKAN KUASA TUHAN
1.   Keterlibatan Tuhan dalam segala sesuatu haruslah mendasari segala sesuatu yang patut kita lakukan ? Mengapa ?
2.   Alkitab mencatat : “Di luar Aku kata Yesus kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15 : 5b). 
3. Pekerjaan yang kita lakukan memerlukan campur tangan Illahi, untuk berkuasa dalam segala sesuatu yang kita kerjakan.
4. Allah turut bekerja bererti, keterlibatan Tuhan harus ada sehingga hasil akan kita capai
5. Saya percaya kalau kita pakailah kesempatan yang ada karena Tuhan ada dalam segala kesempatan itu. 

B.PEKERJAAN ITU MEMINTA  TINDAKAN KITA
1.   Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan” (ayat 9a), ertinya pekerjaan yang kita lakukan itu bukan untuk dicuba-cuba
2.   Mungkin kita pernah mendengar satu cerita film “Star Wars” yang sangat fenomenal itu. Saya tak lihat tetapi saya membaca sinopsis sahaja. Dalam cerita itu dikisahkan tentang seorang  yang bernama : “Master Yoda mengatakan dengan suara lantang : “ Do …. Or…. Do not. There is no Try.  Lakukan atau tidak sama sekali, tidak ada cuba-cuba. Apa maksudnya ?
3.   Pekerjaan itu meminta action kita /tindakan kita, tidak ada istilah saya cuba dulu.  Jujur sahaja budaya yang mempengaruhi kita, adalah budaya cuba-cuba. Karena kebanyakan kita takut gagal.
4.   Bahkan kadangkala ini kita jadikan sebagai senjata untuk menutupi kekurangan kita.  Namun Alkitab mengatakan “ Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah". Hal ini menuntut tindakan serta perlakuan kita untuk melakukan, mencapai, dan mewujudkannya dengan passion tadi.
5.   Saya sangat percaya jika pekerjaan yang kita lakukan saat ini bukan di atas budaya "cuba-cuba" tetapi berani mengambil tindakan .
6. "Do or do not", There is no try 
 
C. PEKERJAAN ITU MEMERLUKAN KEKUATAN
1.   Kerjakanlah itu sekuat tenaga. Mengapa tidak dikatakan “Kerjakanlah itu dengan hatimu, pikiranmu dan perasaanmu”.  Bukankah kita sering kali menggunakan pikiran perasaan dan hati kita dalam bekerja. Tetapi ayat ini dikatakan kerjakanlah itu sekuat tenagamu.
2.   Apa maksudnya , mengapa diguna pakai “sekuat  tenaga “? Bukankah kekuatan saya terbatas dari pada seorang lelaki. Bukankah kekuatan manusia yang satu berbeda dengan yang lain .
3.   Lalu “Kerjakanlah itu sekuat  tenaga” Apa yang sesungguhnya yang diminta dari ayat ini ?.  Rupanya kata ini digunakan sebab ada rahsia yang luar biasa yang diungkapkannya.
4.   Kata yang dipakai dengan “sekuat tenaga” ini diguna pakai  yang dalam bahasa Hebrew diguna pakai Kowach yang ertinya “kekuatan dan kuasa “ . Kekuatan manusia, kekuatan haiwan, kekuatan tanah, dan kuasa Allah yang dapat menghasilkan kekayaan.
5.   Jika kita mahu memiliki hasil, maka kita harus bekerja “sekuat tenaga”. Tenaga itu bukan hanya kekuatan pisik yang kita miliki, tetapi “kekuatan semua sumber daya yang ada pada kita (tanah, haiwan, harta dsb) dan satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah “Kuasa Tuhan”.
6.   Ertinya : “kita harus pakai semua sumber daya yang dapat  memberi hasil”  . Saya percaya bahawa kekuatan itu telah diberikan Tuhan kepada kita, tin ggal saja kita berani mengguna pakai kekuatan dan kuasa yang diberikan Allah bagi kita untuk memperkembangkan PekerjaanNya .
7.   Tuhan memberkati .

Wednesday, 23 December 2015